Terapi Makanan Untuk Anak Hiperaktif Serta Cara Mengatasi Dan Membimbingnya

Sebagai Orangtua Yang Mempunyai Anak Hiperaktif Anda Tidak Perlu Khawatir Karena Banyak Terapi Yang Dapat Anda Coba Salah Satunya Dengan Terapi Makanan

Terapi Makanan untuk Anak Hiperaktif serta Cara Mengatasi dan Membimbingnya

Ditinjau secara psikologi, hiperaktif ini berarti adanya gangguan tingkah laku yang tidak normal, penyebabnya adalah disfungsi neurologia yang gejala utamanya yaitu ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian.

Hiperaktif ini sudah dikenal sejak tahun 1900-an. Hingga berkembang dan dalam istilah kedokteran yaitu ADHD (Attention Deficit/Hiperaktivity disorder). Adapun tiga gejala utamanya yang nampak adalah inatensi, hiperaktif dan impulsive.

Seorang anak hiperaktif ini merupakan hal terjadi karena adanya gangguan pada pusat perhatian  dan juga gangguan pada otak motoriknya. Ketika seorang anak kesulitan dalam memusatkan pikiran, perhatian, konsentrasi dan lebih cenderung asyik dengan dunianya sendiri. Hal tersebut adalah gejala dari anak hiperaktif.

Karena tingkah seorang anak yang berbeda-beda. Terkadang ada orang tua yang bisa salah dalam mengambil tindakan. Perhatikan hal berikut untuk mengetahui dua jenis sifat anak yaitu sifat anak hiperaktif dan sifat anak aktif. Berikut ini ciri-cirinya :

  1. Anak Aktif
  2. Tidak mudah lelah saat melakukan kegiatan apapun
  3. Mempunyai focus yang sangat baik dan tajam
  4. Mempunyai rasa solidaritas yang tinggi
  5. Jika merasa lelah,  anak aktif ini bisa beristirahat sejenak
  6. Dapat merasa sabar dalam menjalankan sesuatu hal
  7. Anak Hiperaktif
  8. Tidak menyukai punya banyak teman
  9. Suka melakukan pemotongan pembicaraan
  10. Cenderung tidak sabar
  11. Cenderung suka melawan
  12. Tidak mudah lelah
  13. Jarang focus atau kesulitan untuk focus terhadap sesuatu hal

Sedangkan, anak hiperaktif ini memiliki kesamaan dengan anak autis. Meski begitu terdapat perbedaan antara anak hiperaktif dan anak autis yang bisa dilihat, antara lain :

  • Anak hiperaktif akan lebih susah untuk diajak berkomunikasi
  • Sulit dikendalikan atau diatur
  • Lebih mengikuti kata hatinya
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Mempunyai aktifitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak autis

Umumnya anak hiperaktif akan terlihat pada usia 6 bulan hingga 2 tahun. Anak hiperaktif ini memiliki ciri tersendiri. Untuk itu, pelajari ciri-cirinya sebagai berikut :

  1. Anak yang menangis terus menerus serta berteriak, kondisi ini terjadi ketika masih bayi
  2. Pola tidur yang tidak teratur, sering terbangun saat tidur dan jika tidur hanya sebentar
  3. Mengeluh sakit perut karena susahnya makan
  4. Menjadi lebih aktif dari pada anak autis
  5. Tidak suka dengan suara bising
  6. Cepat marah dan saat marah akan menunjukkan tingkah yang aneh
  7. Keluarnya air liur dari ujung bibir dan sering merasa haus
  8. Memiliki tingkah aneh seperti membenturkan kepala ke tembok
  9. Melakukan kesalahan atau kecerobohan yang bisa menimbulkan kecelakaan-kecelakaan kecil
  10. Sering merasa gelisah, lalu duduk terdiam namun tidak berlangsung lama
  11. Mempunyai sifat agresif
  12. Karena sulitnya berkonsentrasi sehingga tidak mampu untuk menyelesaikan sesuatu hal yang dilakukan sebelumnya
  13. Beberapa anak hiperaktif ada yang terlambat bicara namun ada juga yang selalu berbicara terus menerus
  14. Sulitnya untuk tenang dan terkadang berlebihan terhadap hal kecil
  15. Memiliki phobia yang tidak beralasan

Yang menjadi faktor dan jenis yang menyebabkan seorang anak menjadi hiperaktif adalah sebagai berikut :

  • Faktor Toksin, Faktor ini dikarenakan dari makanan. Dan dari makanan tersebut mengandung zat yang berbahaya. Faktor ini yang menyebabkan pengindraan, perasaan dan tindakan menjadi tidak terkendali.

  • Faktor Genetik, Faktor ini disebabkan faktor keturunan yang berasal dari keluarga atau dari saudara yang memiliki sifat ini.

  • Faktor Neurologik, Faktor ini karena seringnya minum, minuman yang mengandung kafein atau alkohol dan seringnya merokok yang dilakukan orang tua, sehingga berimbas pada orang tua.

Dan beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mengatasi anak hiperaktif adalah sebagai berikut :

  • Memberikannya makanan seperti buah dan sayuran
  • Para orang tua sebaiknya selalu memberikan perhatian dan juga pengertian terhadap anak-anak mereka
  • Para orang tua selalu mengecek kondisi anak

Selain hal –hal di atas, sebaiknya imbangi pola makan untuk anak hiperaktif. Karena  memasukkan makanan tertentu  bisa memberikan pengaruh yang berdampak baik dan juga berdampak buruk. Alangkah baiknya jika untuk membantu perkembangan anak hiperaktif ini menjaga makanannya seperti :

  • Memberikan makanan dengan protein tinggi
  • Mengurangi pemberian makanan dengan karbohidrat sederhana
  • Meningkatkan pemberian makanan dengan karbohidrat kompleks
  • Memberikan makanan yang kaya akan asam lemak omega 3

Untuk itu, terapi makanan untuk anak hiperaktif yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  1. Sayuran

Berikan asupan sayuran segar pada anak, seperti wortel, paprika, kembang kol dengan mencampurkan penyedap makanan yang sehat dan rendah akan lemak. Dan sebaiknya jauhkan makanan berpengawet dari anak-anak.

  1. Buah-Buahan

Berikan juga buah kering, beku dan segar. Simpan potongan buah segar dalam almari pendingin seperti apel, jeruk, melon, anggur tanpa biji dan pisang. Potongan buah bisa dimakan bersama dengan yogurt atau es krim rendah lemak.

  1. Makanan Mengandung Susu

Berikan juga yogurt rendah lemak atau campuran keju alami yang rendah lemak dan buah segar dengan satu sendok makan sari buah.

Berikan juga kacang-kacangan  atau biji-bijian, seperti almond, kenari atau kacang mete.

Gandum atau sereal dari buah-buahan yang dikeringkan adalah pilihan yang baik juga.

Dan juga protein yang didapat  dari daging, telur rebus dari telur omega 3. Bisa juga berikan ikan bakar, dada ayam atau daging sapi murni.

  1. Gula-Gula

Tidak harus menghindari makan permen yang pernah dianggap sebagai penyebab hiperaktif. Anda bisa berikan coklat hitam  yang mengandung gula rendah dan antioksidan.

Selain memberikan makanan-makanan yang sudah dianjurkan di atas, sebaiknya hindarkan anak-anak dari olahan daging seperti burger, sosis besar panggang, hot dog, serta ikan tanpa tulang. Selain itu, hindari makanan seperti donat dan kue kering. Sedangkan minuman yang perlu dihindari adalah minuman yang mengandung gula dan zat aditif seperti minuman buah atau minuman bersoda.

Demikianlah ulasan mengenai sifat-sifat dari seorang anak, baik anak yang aktif, anak autis maupun anak hiperaktif. Masing-masing dari mereka memiliki ciri tersendiri yang perlu diperhatikan agar tidak salah dalam menilai tingkah laku seorang anak. Khususnya untuk anak hiperaktif ini selain terus mengawasi dan mengecek kondisi sang anak serta melakukan terapi makanan untuk anak hiperaktif. Alternative tambahan juga bisa dilakukan dengan memberikan produk atau suplemen khusus.

450Untuk suplemen khusus ini anda bisa mencoba TNM. Untuk mengetahui detail mengenai TNM, seperi komposisi, manfaat, kelebihan dan juga dosis  yang sesuai. Anda bisa mengunjungi situs http://vitaminanak.net/autis/. Anda bisa berinteraksi dengan dokter untuk berkonsultasi dan pelayanan yang ramah.

4

Apa Itu TNM dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Untuk Info Lengkap Mengenai TNM Silahkan Tekan Tombol "Klik Disini" Di Bawah Ini 

3

Hey, Apakah Anak atau Kenalan Anda Menderita Autis?

Kami Bisa Mengirimkan Banyak Tips Masalah Autis Seperti Diatas ke Email Anda

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini

Dapatkan Semua Tips Tentang Autis Sekarang, Gratis!

Isi Form Dibawah Ini !

(Rekomendasi Dokter)

enter website vitamin anak autis

Mohon Diisi Pak/Bu

Mohon Isi Nama Depan Anda

Mohon Isi Email Anda

Semoga Semua Anak Autis Di Indonesia Semakin Sehat Ke Depan Dengan Tips Autis Ini.

Bagikan Juga ke Teman-Teman Ya!